Surabaya – Kebahagiaan terpancar dari wajah Budi Sunariyanto, dosen STIT Muhammadiyah Tempurrejo Ngawi, usai dinyatakan sebagai salah satu penerima beasiswa S3 LPPD Jawa Timur tahun 2025. Budi berhasil mendapatkan kesempatan emas untuk melanjutkan studi doktoralnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Rasanya bagaikan mimpi yang jadi kenyataan. Saya tidak menyangka bisa mendapat beasiswa ini. Tentu saya sangat bersyukur dan berharap bisa memberi kontribusi nyata bagi pendidikan dan pesantren di Jawa Timur,” ungkap Budi dengan penuh haru.
Dari Pesantren ke Dunia Akademik -
Sebagai seorang dosen sekaligus pendidik yang merintis pondok pesantren MBS Mas Mansyur Ngawi, Budi menilai program Beasiswa Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) merupakan anugerah besar bagi para santri dan akademisi. Program ini membuka jalan bagi kader-kader muda untuk mengembangkan keilmuan sekaligus memperkuat karakter Islami
“Kesempatan ini bukan hanya milik saya pribadi, tapi amanah untuk membawa manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa, santri, dan masyarakat,” tambahnya.
Komitmen Pemprov Jatim
Program LPPD sendiri digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak 2019 di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Hingga 2025, tercatat 6.876 santri dan mahasiswa telah menerima beasiswa ini. Tahun 2025 saja, ada 1.193 penerima baru, termasuk Budi di antaranya.
Menurut Gubernur Khofifah, beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar untuk menyiapkan generasi emas Jatim yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter luhur menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya bangga melihat wajah-wajah penuh semangat seperti Pak Budi dan ribuan penerima lainnya. Mereka inilah calon pemimpin masa depan bangsa,” tegas Khofifah saat memberikan kuliah umum di Gedung Islamic Centre Surabaya, Jumat (12/9/2025).
Harapan ke Depan
Budi berharap, keberhasilannya meraih beasiswa LPPD bisa menjadi inspirasi bagi dosen muda, mahasiswa, maupun santri lainnya di Jawa Timur. Ia yakin, pendidikan tinggi adalah kunci untuk mengangkat martabat bangsa sekaligus menguatkan peran pesantren dalam peradaban global.
“Semoga semakin banyak generasi muda yang berani bermimpi tinggi dan berjuang meraih kesempatan. Karena dengan ilmu, kita bisa membawa perubahan,” pungkasnya.